Kembali ke semua artikel
BLOG / BAKERY · 21 SEP 2026 · 4 MENIT BACA

Cara mengatur barang titipan tanpa ribut

Dari biji kopi sampai sedotan, kita hitung satu per satu.

Banyak kedai menentukan harga dengan melihat kedai sebelah. Masalahnya, bahan baku, ukuran cup, dan resep tiap kedai berbeda. Cara paling aman adalah menghitung HPP (harga pokok penjualan) per gelas.

Hitung bahan per gelas

Contoh di bawah memakai es kopi susu gula aren ukuran 16 oz. Ganti angkanya dengan harga belanja tokomu.

Espresso 18 gRp250/gRp4.500
Susu segar 150 mlRp20/mlRp3.000
Gula aren 20 mlRp40/mlRp800
Es batu—Rp300
Cup, tutup, sedotan—Rp1.500
HPP per gelasRp10.100

Lalu harga jualnya berapa?

Kalau dijual Rp18.000, sisa Rp7.900 per gelas. Kelihatannya untung, tapi biaya bahan memakan 56% dari harga jual. Sisanya masih harus menutup sewa, gaji, listrik, dan bahan yang terbuang.

RUMUS

Harga jual = HPP ÷ target food cost

Rp10.100 ÷ 40% = Rp25.250, dibulatkan Rp25.000

Target 30–40% food cost umum dipakai di kedai kopi. Kalau harga Rp25.000 terasa terlalu mahal untuk pelangganmu, kurangi biaya bahan dulu: ukuran cup, takaran susu, atau pemasok gula aren.

Di Sissi, simpan HPP di kolom Harga Modal setiap produk. Laporan akan menunjukkan margin per menu tanpa hitung ulang.

S
Tim Sissi
Ditulis untuk pemilik usaha kecil

Baca juga